POHON SAGU TERBESAR DI DUNIA

•06/17/2009 • Leave a Comment

Sagu (Metroxylon sp) habitatnya di daerah rawa, hasil hutan non kayu yang sejak dari dulu sudah dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Di Maluku, Sagu tumbuh dengan sendirinya hutan-hutan rawa, pada daerah dataran rendah tumbuh di belakang hutan mangrove.

Menurut Flach and Schuiling (1991) kandungan Nutrisi (g) yang terdapat pada batang sagu adalah N = 590, P = 170, K = 1700, Ca = 860 dan Mg = 350. Pada saat pengolahan di lapangan nutrisi ini banyak hilang dan kembali ke tanah tempat tumbuhnya.

Seberapa besar pohon sagu itu? Bisa dilihat pada gambar berikut ini.

pohon sagu Piru
Pohon Sagu di Pinggir Jalan Piru

Ini adalah pohon sagu yang terdapat di Desa Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat. Di daerah ini ada pohon-pohon sagu yang tidak dimanfaatkan, ditinggalkan begitu saja hingga tua dan mati.

Ada Pohon sagu terbesar yang bisa dilihat, bila kita berpergian ke Negeri Eti, Kabupaten Seram Bagian Barat: Provinsi Maluku.. Tingginya kurang lebih 10 m dan diameter sebesar 250 cm.

Sagu Terbesar

Jika pohon sagu ini diperas patinya berapa ton sagu yang bisa dihasilkan?.

Bila diperhatikan secara seksama maka dapat diketahui bahwa itu bukanlah pohon sagu sungguhan tapi hanyalah sebuah menara gereja yang dibuat menyerupai pohon sagu.

Menara Gereja

Selain Pohon Sagu, Negeri Eti juga mempunyai populasi Pohon Aren (Arenga pinnata) yang melimpah.

Silahkan datang ke Negeri Eti dan Hitung sendiri berapa banyak pohon Sagu dan Aren yang ada di sana.

 

HASILKAN UANG
DARI BLOG

money

DOWNLOAD FREE
SOFTWARE


FREE SOFTWARE
DOWNLOAD FREE
GAMES

FREE GAME

BEST PICTURES

BEST PICTURE

BOOKS OF FOREST

BOOKS DEGRADATION

INFLUENZA

influenza

MICHAEL JACKSON

michael jackson

SUPERMAN RETURNS

superman returns

BODY BUILDING
/
BINA RAGA
body building

BATMAN

Batman

SPIDERMAN

Spiderman

BRITNEY SPEARS

Britney Spears

BERGABUNG DENGAN 000WEBHOST DAPATKAN
US$ 5 – $ 100 PER SIGN UP
FREE WEBHOST $0,00/MO

HUTAN INDONESIA

•06/03/2009 • 3 Comments

HUTAN INDONESIA
HUTAN INDONESIA
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, tersebar dari Sabang hingga ke Merauke. Sejumlah besar (lebih dari 10.000 buah) dari pulau-pulau tersebut adalah merupakan pulau-pulau berukuran kecil, memiliki keanekaragaman tumbuhan, hewan jasad renik yang tinggi. Hal ini terjadi karena keadaan alam yang berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya, bahkan dari satu tempat ke tempat lainnya dalam pulau yang sama.
Sistem perpaduan antara sumber daya hayati dan tempat hidupnya yang khas itu, menumbuhkan berbagai ekosistem, yang masing-masing menampilkan kekhususan pula dalam kehidupan jenis-jenis yang terdapat didalamnya. Sebagian besar hutan-hutan di Indonesia termasuk dalam Hutan Hujan Tropis, yang merupakan masyarakat hutan yang kompleks, terdapat pohon dari berbagai ukuran. Di dalam kanopi iklim mikro berbeda dengan keadaan sekitarnya; cahaya lebih sedikit, kelembaban sangat tinggi, dan temperatur lebih rendah. Pohon-pohon kecil berkembang dalam naungan pohon yang lebih besar, di dalam iklim mikro inilah terjadi pertumbuhan. Di dalam lingkungan pohon-pohon dengan iklim mikro dari kanopi berkembang juga tumbuhan yang lain seperti pemanjat, epifit, tumbuhan pencekik, parasit dan saprofit. Pohon-pohon dan banyak tumbuhan lain berakar menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah.
Daun-daun yang gugur, ranting, cabang, dan bagian lainnya tersedia menjadi nutrisi untuk sejumlah inang hewan invertebrata, seperti rayap juga untuk jamur dan bakteri. Unsur hara dikembalikan ke tanah lewat pembusukan dari bagian yang gugur dan dengan pencucian daun-daun oleh air hujan. Ini merupakan ciri hutan hujan tropis persediaan unsur hara total sebagian besar terdapat dalam tumbuhan; relatif kecil disimpan dalam tanah (Withmore, 1975).

Keanekaragaman hayati yang sangat tinggi merupakan suatu koleksi yang unik dan mempunyai potensi genetik yang besar pula. Namun hutan yang merupakan sumberdaya alam ini telah mengalami banyak perubahan dan sangat rentan terhadap kerusakan. Sebagai salah satu sumber devisa negara, hutan telah dieksploitasi secara besar-besaran untuk diambil kayunya. Ekploitasi ini menyebabkan berkurangnya luasan hutan dengan sangat cepat. Keadaan semakin diperburuk dengan adanya konversi lahan hutan secara besar-besaran untuk lahan pertambangan, pemukiman, perindustrian, pertanian, perkebunan, peternakan serta kebakaran hutan yang selalu terjadi di sepanjang tahun.

KERUSAKAN HUTAN

Dampak dari eksploitasi ini adalah terjadinya banjir pada musim penghujan dan kekeringan pada musim kemarau. Dengan demikian jelas terlihat bahwa fungsi hutan sebagai pengatur tata air telah terganggu dan telah mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman hayati yang ada didalamnya.

Hutan sebagai ekosistem harus dapat dipertahankan kualitas dan kuantitasnya dengan cara pendekatan konservasi dalam pengelolaan ekosistem. Pemanfaatan ekosistem hutan akan tetap dilaksanakan dengan mempertimbangkan kehadiran keseluruhan fungsinya. Pengelolaan hutan yang hanya mempertimbangkan salah satu fungsi saja akan menyebabkan kerusakan hutan.

Irwanto, 2005.-

 

HASILKAN UANG
DARI BLOG

money

DOWNLOAD FREE
SOFTWARE


FREE SOFTWARE
DOWNLOAD FREE
GAMES

FREE GAME

BEST PICTURES

BEST PICTURE

BOOKS OF FOREST

BOOKS DEGRADATION

INFLUENZA

influenza

MICHAEL JACKSON

michael jackson

SUPERMAN RETURNS

superman returns

BODY BUILDING
/
BINA RAGA
body building

BATMAN

Batman

SPIDERMAN

Spiderman

BRITNEY SPEARS

Britney Spears

BERGABUNG DENGAN 000WEBHOST DAPATKAN
US$ 5 – $ 100 PER SIGN UP
FREE WEBHOST $0,00/MO