KLASIFIKASI HUTAN BERDASARKAN WILAYAH DI INDONESIA

Indonesia terletak di daerah khatulistiwa mempunyai hutan tropis yang berperan sebagai paru-paru di bumi ini. Selain Indonesia, beberapa negara di asia juga mempunyai hutan tropis. Negara tetangga kita, seperti Malaysia sering disatukan dengan Indonesia dalam klasifikasi hutan tropis di dunia ini yang disebut hutan tropis “Indomalaya“.

Sedangkan letak astronomis Indonesia adalah di antara 6º LU (Lintang Utara) dan 11º LS (Lintang Selatan), dan terletak pada garis bujur antara 95º BT dan 141º BT (Bujur Timur).  Hutan Tropis di Indonesia tersebar dalam wilayah kontinen dan pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 pulau.

Berdasarakan wilayah, hutan-hutan di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) zona yaitu :

  1. Zona barat, yaitu hutan dengan pengaruh kuat vegetasi daratan Asia, meliputi pulau-pulau Sumatra, Kalimantan dan Jawa;
  2. Zona peralihan, yaitu hutan dengan pengaruh vegetasi Asia dan Australia sama besar, meliputi pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya;
  3. Zona timur, yaitu hutan dengan pengaruh kuat vegetasi Australia, meliputi Irian Jaya, Maluku dan Nusa Tenggara.

klasifikasi-wilayah-hutan

Pada zaman es, pemukaan air laut jauh lebih rendah daripada sekarang ini, air membeku di daerah kutub. Saat itu Laut China Selatan kering, sehingga kepulauan Nusantara barat tergabung dengan daratan Asia Tenggara. Sementara itu pulau Papua juga tergabung dengan benua Australia.

Zaman glasial adalah zaman dimana suhu di permukaan bumi menjadi menurun dan mengakibatkan seluruh permukaan bumi tertutupi es. Saat bumi mengalami zaman es atau glasial ini laut-laut berubah menjadi es dan mengakibatkan menyambungnya daratan-daratan serta benua-benua. Di Indonesia juga mengalami hal yang sama dengan daratan yang lainnya. Pada saat itu mengakibatkan paparan sunda yang dahulu berupa sebuah lautan yang memisahkan Indonesia dengan asia menjadi berupa sebuah es yang menghubungkan asia dengan Indonesia bagian barat. Sedangkan Bagian Indonesia timur terhubung dengan benua Australia dan di sebut dengan daratan sahul.

Saat Indonesia bagian barat tersambung dengan Asia maka binatang-binatang yang berada di Asia bisa dengan mudah bermigrasi ke Indonesia bagin barat. Dan saat Indonesia bagian timur tersambung dengan Australia binatang yang tinggal di Australia dapat bermigrasi dengan bebas tanpa harus menyebrang melewati lautan yang memisahkan Indonesia dengan Australia. Fauna yang hidup di Asia mempunyai kemiripan dengan binatang yang tinggal di Indonesia bagian barat, seperti badak jawa, harimau jawa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Fauna yang berada di Indonesia bagian timur juga mempunyai kemiripan dengan hewan yang hidup di Australia seperti kangguru, burung Cendrawasih, dan masih banyak lagi yang mirip. Akibat dari Zaman glasial dapat mempengaruhi persebaran fauna di dunia. Saat zaman glasial terjadi, Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan (zaman pluvial) yang diseling dengan zaman kering (interpluvial). Pada saat itu Indonesia juga mengalami zaman pluvial atau zaman hujan karena Indonesia juga berada pada daerah tropika. Hampir setiap hari Indonesia mengalami hujan yang mengakibatkan banyaknya hutan-hutan hujan di Indonesia dan daerah tropika yang lainnya. Contoh di Indonesia adalah terdapat pada kalimantan.

hutan-tropis

Hutan hujan tropis di daerah Kalimantan terdapat pohon-pohonya bisa mencapai 20-40 meter. Itu yang menyebabkan adanya kemiripan flora antara Indonesia dengan daerah tropika yang lainnya. Zaman Interglasial adalah zaman ketika suhu di permukaan bumi kembali normal seperti biasa yang mengakibatkan es-es di permukaan bumi mencair dan kembali seperti dahulu kala. Pada saat zaman glasial banyak fauna yang sudah bermigrasi ke Indonesia barat dan timur.

Setelah terjadi zaman interglasial es-es yang telah menghubungkan ke antara Indonesia dengan Asia dan Australia kembali menjadi laut kembali, yaitu pada paparan sunda dan paparan sahul. Pada saat itu terjadi fauna yang sudah bermigrasi ke Indonesia tidak dapat kembali lagi ke daerah asalnya sehingga fauna-fauna tersebut harus hidup dan berkembang di Indonesia.

DEFINISI TENTANG HUTAN :

About irwantoforester

Hanya orang biasa, bukan yang luar biasa, tapi kadang-kadang biasa di luar... he he he...
This entry was posted in hutan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s