Jual Durian dan Gandaria di Batu Meja Ambon

Buah-buahan yang dijual Jalan Batumeja Ambon ini merupakan hasil panen dari kebun masyarakat, yang akrab dengan sebutan “Dusun”. Buah-buahan seperti durian yang berasal dari Dusun biasanya disebut “Durian Gunung”. Hal ini dikarenakan buah-buah yang dijual tersebut dibawa dari tempat-tempat yang daerahnya lebih tinggi dibanding kota Ambon. Bila diamati, stratifikasi tajuk di dalam Dusun sangat mirip dengan hutan alam. Sehingga kondisi dan iklim mikro yang terbentuk sama seperti di hutan alam. Orang-orang menggolongkan Dusun dalam sistem agroforestri tradisional.

buah-buahan hasil dusun agroforestry tradisional

Sebelum bangsa Portugis tiba di Maluku pada awal abad ke-16 dan Bangsa Belanda tiba pada awal abad ke-17 (1602) agroforestri yang dikenal di Maluku sebagai dusun telah membudaya pada masyarakat Maluku. Dusun adalah suatu aset “intagible” di Maluku yang termasuk dalam “indigenous knowledge” dan “indigenous technology” yang sudah teradaptasi dengan lingkungan fisik, biologis dan masyarakat setempat.

Sistem dusun inilah yang membawa Maluku terkenal dengan nama “the Spice Island”, Bangsa Belanda berusaha menguasai Maluku pada tahun 1602 dan melakukan perbuatan yang tidak terpuji yaitu menebang sebagian besar pohon – pohon pala, cengkeh demi untuk mempertahankan monopoli perdagangan rempah-rempah. Gerakan penebangan pohon perdagangan pala dan cengkeh.

Masyarakat pulau Ambon yang hidup dari dusun adalah petani – nelayan dan berburu. Sistem pemerintahan desa dan perangkat hukum sangat baik di dalam mengatur dusun dan kekayaan desa lainnya. Sistem desa di Maluku adalah berkelompok sedangkan dusun terletak 1-8 km dari pinggiran desa. Tidak semua orang di desa mempunyai dusun, karena di setiap desa itu ada pendatang. Bagi pendatang mereka dapat menikmati hasil dari dusun itu dengan memungut apa yang jatuh di tanah, kecuali buah durian dan kelapa. Istilah memungut apa yang jatuh dari pohon itu disebut usu, selain itu juga ada pelarangan untuk mengambil hasil pada jangka waktu tertentu baik bagi ikan, telur burung dan tanaman. Bagi ikan dan burung pelarangan itu terutama pada musim “breeding” dari burung, ikan atau mamalia tertentu. Pelarangan tersebut di Maluku dikenal dengan nama “Sasi”.

Sasi juga berlaku bagi hasil tanaman supaya menjaga pemanen dilakukan pada waktu yang tepat. Sasi bukan saja berlaku bagi waktu panen tetapi juga batas maksimum panenan.

“Sasi” adalah larangan untuk mengambil atau melanggar sesuatu yang telah diberlakukan sasi, bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi.

“Sasi” mempunyai tujuan antara lain :

  1. Menjaga ketertiban dalam pengelolaan alam dan lingkungan hidup,
  2. Mengubah tingkah laku dan pola pikir masyarakat menjadi masyarakat berwawasan lingkungan
  3. Menjaga kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup.
  4. Penggunaan Hak seseorang secara tepat menurut waktu yang ditentukan untuk memetik hasil kebun

Sistem tanaman buah-buahan dengan tanaman pangan atau tanaman rempah rempah dengan tanaman pangan dan tanaman kelapa, pala, cengkeh dengan tanaman pangan adalah sistem peralihan dari hutan alam ke hutan tanaman buah-buahan atau rempah-rempahan.

Sistem dusun di Maluku yang terdiri dari tanaman kenari, kelapa, coklat atau kenari dan pala mungkin lebih cocok disebut agroforestri, sedangkan campuran pohon buah-buahan pomoforest/ pomologyforest (pomology = tanaman buah-buahan).
Maluku terletak dalam daerah fauna Wallacea yang sangat kaya akan mamalia dan avifauna yang merupakan campuran binatang dan burung dari daratan Asia dan benua Australia. Sebutan orang-orang generasi tua di Ambon bahwa dusun panggil burung dan kusu (mamalia Phalangeridae) tidaklah salah. Jika pada dusun itu ada pohon kenari, kelapa, pala dan duren pasti kusu dan burung-burung endemik itu akan menetap. Karena kusu dan burung-burung itu adalah herbivora yang makanannya daun muda, bunga dan buah.

jualan buah di Batu Meja

BUAH-BUAHAN HASIL DUSUN.
JALAN BATUMEJA MENJADI TEMPAT TRANSAKSI ANTARA PENJUAL
DAN PEMBELI. BUAH-BUAHAN INI MERUPAKAN HASIL
DARI “DUSUN” DAERAH “GUNUNG” PULAU AMBON

Dusun dengan campuran tanaman pohonan terdiri dari dominasi kelapa, cengkeh, dan pala atau yang didominasi tanaman buah-buahan (duren, langsat, gandaria, dsb), kelapa dan kenari. Pohon buah-buahan yang terdapat dalam dusun campuran itu pada umumnya terdiri dari durian (Durio zibethinus Mur), gandaria (Borrea macrophylla Griff), duku (Lansium domesticum Correa), langsat (Lansium domesticum Correa), kokosan (Langsium domesticum Correa), bacang (Mangifera foetida Lour), Kuini (Mangifera odorata Griff), mangga monoembrionik (Mangifera indica L), rambutan (Nephelium lappaceum L), salak Bali (Salacca zallaca var amboninensis Becc). Salak Bali berumah satu dan asalnya dari Maluku tetapi terkenalnya di Bali ini suatu pertanda bahwa keragaman genetik salak Bali yang lebih besar terdapat di Maluku.

Pustaka :
Wattimena G. A. 2003, Contoh-Contoh Agroforestri di Maluku, Bahan Latihan Agroforestri di Indonesia World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor.

About irwantoforester

Hanya orang biasa, bukan yang luar biasa, tapi kadang-kadang biasa di luar... he he he...
This entry was posted in Agroforesty, Buah-buahan Maluku, jalan-jalan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s